skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Demam Rematik

Demam Rematik

Demam Rematik adalah suatu penyakit peradangan serius yang dapat secara permaen mempengaruhi struktur dan fungsi jantung, terutama katup-katup jantung.

Demam reumatik atau disingkat “DR” merupakan suatu sindrom klinik akibat infeksi streptococcus beta–hemplyticus golongan A dengan gejala satu atau lebih gejala mayor yaitu poli artritis migrans akut, karditis, korea minor, nodul subkutan dan eritma marginatum.

Demam rematik akut biasanya muncul pada anak-anak antara usia 6 dan 15tahun, dengan hanya 20% dari serangan pertama kali terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini dinamakan demikian karena kesamaan dalam presentasi untuk rematik.

 

Gejala demam rheumatik terdiri dari 4 stadium yaitu:

Stadium I

Stadium ini berupa adanya infeksi saluran nafas bagian atas oleh kuman beta hemolyticus golongan A dengan keluhan demam batuk, sakit menelan. Kadang disertai muntah dan diare. Pada pemeriksaan hasil terdapat eksudat dan tanda-tanda peradangan lainnya. Infeksi ini biasanya berlangsung selama dua sampai empat hari dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Stadium II

Disebut periode laten masa antara infeksi streptokoccus dengan permulaan gejala demam rheumatik. Biasanya dalam waktu satu sampai tiga minggu.

Stadium III

Ialah fase akut demam rheumatik. Gejala minor berupa gejala peradangan umum dengan didapatkannya demam tidak begitu tinggi, lesu, lekas tersiggung, berat badan menurun, anoreksia. Aemia dijumpai sebagai akibat tertekannya sistem eritropoletik, bertambahnya volume plasma, memendeknya umur eritrosit dan adanya pendarahan dari hidung (epistakasis).

Stadium IV

Disebut juga stadium inaktif. Baik pasien DR tanpa kelainan jantung maupun dengan kelainan jantung reumatik tanpa gejala sisa katup tidak menunjukkan gejala kelainan. Tetapi pasien yang dengan kelainannya, pada fase ini pasien DR/PJR dapat mengalami reaktivitas peyakitnya.

Penyebab demam rematik adalah kelainan autoimun, yang artinya tubuh bereaksi melawan sel dan jaringannya sendiri. Penelitian terbaru menemukan bahwa infeksi strep throat adalah pemicunya. Bakteri strep mengandung protein yang mirip dengan protein yang ditemukan di beberapa jaringan tertentu dalam tubuh.

Oleh karena itu, sel sistem imun yang biasanya menyerang bakteri akan memperlakukan jaringan tubuh sendiri seakan-akan itu adalah pembuat infeksi, terutama jaringan hati, sendi, kulit, dan sistem saraf pusat. Reaksi sistem imun ini menyebabkan peradangan.

 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko demam rematik termasuk:

  • Riwayat Keluarga. Beberapa orang dapat membawa gen yang membuat mereka lebih berisiko terkena demam rematik.
  • Bakteri Strep. Jenis bakteri strep tertentu lebih berpotensi menyebabkan demam rematik dibandingkan jenis bakteri lain.
  • Faktor Lingkungan. Risiko demam rematik yang lebih tinggi sering dihubungkan dengan wilayah yang padat penduduk, kebersihan yang buruk, dan kondisi lain yang menyebabkan penyebaran dan penularan bakteri strep.

 

Bagi kamu yang telah terserang demam rematik, segera periksakan diri ke rumah sakit. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan berupa:

1. Obat antiinflamasi

Berfungsi meredakan nyeri, demam, dan peradangan. Misalnya aspirin atau maproxen.

2. Obat antikonvulsan

Berfungsi meredakan gerakan-gerakan tidak terkendali pada Sydenham chorea. Misalnya asam valproik atau carbamazepine.

3. Antibiotik

Berfungsi membasmi sisa-sisa bakteri streptokokus. Setelah selesai dengan antibiotik ini, dokter akan memberikan antibiotik lain untuk menghindari demam rematik kambuh.

Pemberian antibiotik sebagai langkah pencegahan membutuhkan proses yang lama dan terjadwal untuk menunjang efektivitas. Dalam hal ini untuk menghindari kambuhnya demam rematik, disarankan untuk memberinya hingga berusia 21 tahun.

Namun jika usia anak lebih dewasa dari itu, maka pemberian antibiotik diberikan setidaknya selama lima tahun sebagai durasi minimal perawatan dengan antibiotik untuk pencegahan.

Apa Itu Heavenliquid?

HeavenLiquid merupakan Formula Herbal hasil dari Autofermentasi Nanotechnology dengan bahan yang 100% alami sehingga tidak memiliki efek samping setelah anda mengkonsumsinya.
LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Formula Herbal yang kami ciptakan ini memiliki komposisi 100% Diospyros kaki.